Pengertian, Jenis-jenis dan Contoh Afiks atau Imbuhan

Afiks atau Imbuhan adalah satuan terikat yang apabila ditambahkan pada sebuah kata maka akan membentuk kata baru yang maknanya berhubungan dengan kata asalnya. Contoh afiks pe- adalah imbuhan, sedangkan lari adalah kata dasar. Jika pe- ditambahkan pada lari maka akan terbentuk kata baru yaitu pelari; kata lari dan pelari mempunyai makna yang berbeda tetapi masih berhubungan. Kata pelari ini disebut dengan kata berimbuhan, yakni kata yang telah mengalami proses pengimbuhan atau (afiksasi).

Sebagaimana namanya afiks atau imbuhan merupakan sesuatu yang diimbuhkan ke dalam suatu kata. Afiks merupakan sebuah morfem terikat artinya afiks adalah satuan gramatika terkecil yang tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus terikat dengan morfem lain. Afiks atau imbuhan tidak mempunyai makna leksikal tetapi hanya mempunyai makna gramatikal, artinya sebuah afiks atau imbuhan hanya mempunyai makna apabila sudah diimbuhkan pada suatu kata dan maknanya pun bervariasi tergantung kata apa yang melekat padanya.
Contoh afiks me- tidak mempunyai arti tetapi apabila di tambahkan ke dalam kata seperti kata darat menjadi mendarat barulah mempunyai arti, artinya ialah menuju; jadi mendarat artinya menuju darat. Kemudian apabila diimbuhkan pada kata lain seperti tanam menjadi menanam maka artinya adalah melakukan tindakan; jadi menanam artinya melakukan tindakan tanam. Jadi afiks me- pada kata mendarat dan menanam mempunyai makna yang berbeda.

Afiks berbeda dengan klitik yang mana klitik mempunyai makna leksikal tetapi tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus melekat pada kata lain. Contoh klitik –nya tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus melekat kepada kata lain sedangkan klitik –nya sendiri mempunyai makna leksikal yaitu:
-nya bentuk terikat yang merupakan varian pronomina persona ia/dia dan pronomina benda yang menyatakan milik, pelaku, atau penerima.
Sumber: KBBI
Contoh klitik -nya bertemu kata buku. Kata buku bertemu klitik –nya maka akan terbentuk kata baru yaitu bukunya yang berarti buku dia. Contoh lain yaitu pada kata terhadapnya, kepadanya, dan lain-lain.
Proses pengimbuhan afiks ke dalam sebuah kata disebut dengan afiksasi atau pengimbuhan.
Afiks atau imbuhan bisa melekat pada kata dasar atau kata turunan. Contoh
  • ke-an (afiks) + lebih (kata dasar) = kelebihan
  • ber (afiks) + tanggung jawab (kata majemuk) = bertanggung jawab

Macam-macam atau Jenis-jenis Afiks atau Imbuhan

Ada banyak jenis afiks atau imbuhan tetapi dalam bahasa Indonesia hanya terdapat empat jenis afiks atau imbuhan, yaitu:
  1. Prefiks atau Awalan, contoh: me-, di-, ter-, ke-, se-, pe-, ber-; contoh dalam kata menengok, dibuat, terbaru, dll
  2. Infiks atau Sisipan, contoh: -el-, -er-, -em-; contoh dalam kata gelegar, gerigi dan gemetar
  3. Sufiks atau Akhiran, contoh: -i, -kan, -an; contoh dalam kata tangani, siapkan dan bacaan
  4. Konfiks atau gabungan, contoh: ke-an, me-i, ber-an; contoh dalam kata kelautan, menangani dan bersalaman.
Demikianlah penjelasan tentang afiks atau imbuhan baik mengenai pengertian, macam-macam serta contohnya. Apabila ada yang ingin ditanyakan, silakan bertanya di kolom komentar Semoga postingan ini bermanfaat.

Pengertian, Jenis-jenis dan Contoh Afiks atau Imbuhan Reviewed by Andri Mulyo on Juni 15, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Bahasa Indonesia © 2018
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.