Pengertian dan Contoh Majas Eufimisme

Dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dalam berkomunikasi lisan atau tulisan, sering kita dapati pemilihan ungkapan yang lebih halus daripada ungkapan yang lebih kasar. Hal itu dilakukan agar tidak menyinggung persaan atau agar lebih sopan. Penggunaan ungkapan seperti itu disebut dengan majas eufemisme (penghalusan).

Pengertian Majas Eufimisme

Majas Eufemisme adalah gaya bahasa yang mengganti ungkapan yang dirasa kasar atau tidak menyenangkan dengan ungkapan yang lebih halus. Artinya kata/frasa yang mempunyai kesan kasar diganti dengan kata/frasa lain yang dirasa lebih halus untuk menunjukkan kesopanan. Contohnya yaitu penggunaan frasa meninggal dunia untuk menggantikan kata mati. Kata mati mempunyai nilai rasa yang kasar, lalu diganti dengan frasa meninggal dunia yang mempunyai nilai rasa yang lebih halus. Kebalikan atau antonym dari eufemisme adalah disfemisme (pengasaran).

Kata-kata yang diganti dalam majas eufemisme bisa berupa kata yang telah mengalami peyorasi atau perubahan makna suatu kata menjadi lebih kasar, padahal dulunya kata tersebut tidak berkonotasi kasar. Selain itu kata yang diganti dalam eufemisme bisa berupa kata yang tabu untuk diucapkan.

Majas eufimisme bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan digunakan dalam hal sopan santun ketika berkomunikasi, misalnya saat berbicara dengan orang yang lebih tua. Selain itu eufemisme juga bisa ditemui dalam berita atau tulisan-tulisan di media massa.

Contoh majas Eufimisme

Berikut adalah contoh-contoh penggunaan majas eufemisme dalam kalimat serta keterangannya. Di dalam kurung terdapat keterangan kata yang menggantikan dan kata yang digantikan.
  • Nyonya Rika sedang membutuhkan asisten rumah tangga untuk bekerja di rumahnya. (asisten rumah tangga = pembantu rumah tangga)
  • Susi adalah seorang karyawati di salah satu pabrik tekstil di kotanya. (karyawati = buruh)
  • Beasiswa itu diberikan kepada para mahasiswa kurang mampu dan berprestasi. (kurang mampu = miskin)
  • Tukimin menikah dengan Juminten satu bulan yang lalu. (menikah = kawin)
  • Pejabat itu diturunkan dari jabatannya karena terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi. (diturunkan = dilengserkan)
Itulah pemaparan/pembahasan mengenai majas eufemisme yang berupa pengertian dan contoh eufemisme. Kita sebaiknya bersikap sopan dalam berbahasa dengan cara menggunakan eufemisme. Namun harap diingat kita harus bijak dan tidak berlebihan dalam menggunakan eufemisme sehingga dapat mengaburkan makna yang sebenarnya. Kita juga tidak boleh menggunakan eufemisme untuk tujuan yang buruk seperti untuk menipu. Sebetulnya ada dampak buruk akibat meluasnya penggunaan eufemisme seperti munculnya kesan baik atau lumrah pada sesuatu hal yang sebenarnya buruk.

Pengertian dan Contoh Majas Hiperbola

Majas hiperbola merupakan satu di antara berbagai macam majas dalam bahasa Indonesia. Majas hiperbola termasuk jenis majas pertentangan. Sastra Indonesia tentu tidak terlepas dari berbagai macam majas yang membangunnya, termasuk di dalamnya majas hiperbola. Lalu apa pengertian dari majas hiperbola? Dan bagaimana pula contoh-contohnya?

berlebihan
sumber gambar: pixabay

Pengertian Majas Hiperbola

Majas atau gaya bahasa adalah cara mengungkapkan sesuatu dengan jalan membandingkannya dengan sesuatu yang lain; majas ini merupakan bahasa kiasan, jadi sesuatu yang diungkapkan bukanlah maksud sebenarnya. Hiperbola berasal dari bahasa Yunani Kuno, ὑπερβολή, yang berarti berlebihan. Majas hiperbola adalah majas yang mengungkapkan sesuatu dengan melebih-lebihkan dari keadaan sebenarnya. Contoh:
Hanya dengan melihat senyumannya, jamu ini terasa manis saat aku minum.

Pengertian dan Contoh Majas Sinisme

Majas sinisme adalah majas atau gaya bahasa yang mengungkapkan sindiran secara terang-terangan. Berbeda dengan majas ironi yang merupakan majas sindiran secara tidak langsung.

Contoh Majas Sinisme

  • Suaranya jelek, sangat jelek.
  • Dia orang yang pelit, tidak mau berbagi dengan orang lain.
  • Dia Cuma orang bodoh yang sok tahu dan sok intelek.
  • Pemilik mobil ini sungguh kurang ajar, mobilnya diparkir di tengah jalan dan menghalangi orang yang mau lewat.
  • Sungai ini sudah tercemar, airnya tidak jernih melainkan berwarna pekat dan baunya busuk karena limbah pabrik.
  • Tempat sangat berisik, bising, dan gaduh, dan membuat orang tidak bisa tidur.

Pengertian dan Contoh Majas Pleonasme

Pleonasme adalah majas atau gaya bahasa yang menambahkan keterangan yang tidak perlu pada pernyataan yang sudah . Menurut KBBI pleonasme adalah "pemakaian kata-kata yang lebih dari apa yang diperlukan". Pleonasme merupakan salah satu jenis majas penegasan.

Contoh Majas Pleonasme

  • Dia maju ke depan untuk berpidato.
  • Hewan undur-undur jalannya mundur ke belakang.
  • Saya masuk ke dalam, dan dia menunggu di luar.
  • Dia mengaku telah melihat hantu dengan mata kepalanya sendiri.
  • Hujan turun ke bawah dan membasahi bumi yang gersang.
  • Balon itu naik ke atas dan terbang tinggi sekali.

Pengertian dan Contoh Majas Ironi

Majas ironi adalah majas atau gaya bahasa yang mengungkapkan sindiran secara halus dan tidak terang-terangan. Majas ironi menggunakan ungkapan yang seolah-olah kebalikan dari ungkapan yang sebenarnya. Majas ironi menggunakan sindiran dengan bahasa yang seperti pujian, namun bisa diketahui bahwa pernyataan tersebut bukanlah pujian melainkan sindiran, hanya saja menggunakan sindiran yang tidak langsung. Berbeda dengan majas sinisme yang merupakan majas sindiran secara terang-terangan.

Contoh Majas Ironi

  • Bahasanya terlalu tinggi dan sangat intelektual, sampai-sampai seorang doktor pun tidak paham apa yang dia katakan.
  • Sungai di sini sangat indah, airnya berwarna-warni, baunya juga khas, ini semua karena limbah pabrik.
  • Tempat ini menyenangkan, penuh gegap gempita hingga larut malam, sampai-sampai saya pun tidak bisa tidur dibuatnya.
  • Suaranya sangat merdu, ya suaranya merdu, merusak dunia.
  • Dia orang kaya yang dermawan, sekeping uang 500 pun rela ia sumbangkan.
  • Suaramu sangat bagus, bagus sekali, tetapi jauh lebih bagus lagi kalau kamu tidak menyanyi.
  • Mobil ini bagus sekali, sampai-sampai dipamerkan di tengah jalan dan membuat kemacetan karena banyak orang ramai menontonnya.
  • Itu media yang terpercaya, isinya pun hoak semua.

Pengertian dan Contoh Majas Litotes

Pengertian Majas Litotes

Pengertian Litotes Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia litotes adalah pernyataan yang memperkecil sesuatu atau melemahkan, dan menyatakan kebalikannya, misalnya untuk mengatakan pandai digunakan ungkapan tidak bodoh.

Pengertian Litotes Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia

Litotes adalah salah satu jenis majas dalam Bahasa Indonesia. Litotes adalah majas yang mengungkapkan perkataan dengan rendah hati dan lemah lembut. Biasanya hal ini dicapai dengan menyangkal lawan daripada hal yang ingin diungkapkan. Contoh:
  • Akan kutunggu kehadiranmu di bilikku yang kumuh di desa.
  • Wanita itu parasnya tidak jelek.

Pengertian majas litotes menurut salah satu sumber/dokumen di ppg.spada.ristekdikti.go.id:

Majas litotes adalah majas yang mengandung pernyataan yang dikecil-kecilkan, dikurangi dari pernyataan yang sebenarnya. Contohnya: Gubuk sederhana inilah hasil karya kami selama bertahun-tahun.

Berdasarkan definisi-definisi di atas majas litotes merupakan salah satu jenis majas dan termasuk jenis majas pertentangan. Majas litotes adalah majas yang berupa pernyataan atau ungkapan yang merendah, atau dikurangi dari pernyataan yang sebenarnya. Dapat dikatakan kalau majas litotes ini kebalikan dari majas hperbola. Jika majas hiperbola adalah pernyataan yang dilebih-lebihkan, majas litotes adalah pernyataan yang direndah-rendahkan. Majas litotes tentunya digunakan untuk diri sendiri karena sifatnya rendah hati dan santun, jika majas litotes digunakan untuk orang lain akan terkesan menghina orang tersebut.

Contoh-contoh Majas Litotes

  • Dia mampir ke gubuk kecilku yang kumuh ini.
  • Terimalah uang yang tidak seberapa ini.
  • Saya hanyalah manusia biasa yang penuh kekurangan.
  • Sudikah engkau hidup bersamaku yang tidak punya apa-apa ini.
  • Saya hanyalah orang kampung yang tidak tahu apa-apa.
  • Dibandingkan dengan dirimu, saya tidak ada apa-apanya.
  • Saya bukanlah siapa-siapa, saya tidak pantas berada di sini.
  • Terimalah hadiah dariku yang tidak berharga ini.
Referensi

Macam-macam Majas atau Gaya Bahasa

Majas atau gaya bahasa adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau bisa disebut juga dengan kiasan.

Jenis-jenis Majas

Majas secara garis besar terdiri atas empat macam, kemudian masing-masing jenis majas tersebut masih dibagi-bagi lagi menjadi subkategori dari jenis majas tersebut. Berikut adalah jenis-jenis majas atau gaya bahasa.
  1. Majas Perbandingan
  2. Majas Pertentangan
  3. Majas Sindiran
  4. Majas Penegasan

Macam-macam Majas Perbandingan

  • Alegori
  • Alusio
  • Simile
  • Metafora
  • Antropomorfisme
  • Sinestesia
  • Antonomasia
  • Aptronim
  • Metonimia
  • Hipokorisme
  • Litotes
  • Hiperbola
  • Personifikasi
  • Depersonifikasi
  • Pars pro toto
  • Totem pro parte
  • Eufimisme
  • Disfemisme
  • Fabel
  • Parabel
  • Perifrasa
  • Eponim
  • Simbolik
  • Asosiasi

Macam-macam Majas Sindiran

Macam-macam Majas Penegasan

  • Apofasis
  • Pleonasme
  • Repetisi
  • Pararima
  • Aliterasi
  • Paralelisme
  • Tautologi
  • Sigmatisme
  • Anatanaklasis
  • Klimaks
  • Antiklimaks
  • Inversi
  • Retoris
  • Elipsis
  • Koreksio
  • Polisindenton
  • Asidenton
  • Interupsi
  • Eksklamasio
  • Enumerasio
  • Preterito
  • Alonim
  • Kolokasi
  • Silepsis
  • Zeugma

Macam-macam Majas Pertentangan

  • Paradoks
  • Oksimoron
  • Antitesis
  • Kontradiksi interminus
  • Anakronisme

Itulah macam-macam atau jenis-jenis majas/gaya bahasa.

Referensi: